Pagi ini cuaca begitu dingin yang memaksaku untuk menarik selimut lagi dan menggodaku untuk tidur lagi, tapi akhirnya dibangunkan oleh suara gadis kecil gue yang saat ini berumur 14 bulan, dengan kata-kata andalannya yang selalu diucapkannya setiap bangun pagi... "Dibo"... yak, saya yakin gak semua orang tahu apa arti kata itu.. Dibo adalah karakter di sebuah kartun di TV yang selalu menemaninya di setiap pagi, setelah itu barulah dia akan bilang "TV".. maksudnya adalah minta dihidupkan TV untuk nonton Dibo.. Gak berapa lama, masuklah bundanya yang membawa pengering rambut ke dalam kamar..
Dengan suara pengering rambut, suara TV dan suara gadis kecil yang teriak sambil nyanyi-nyanyi, akhirnya saya memutuskan untuk tidur lagi... lho.. gak deng, akhirnya bergegas masuk kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor.. Hari ini memang sangat malas untuk berangkat cepat-cepat, yang biasanya bisa menumpang dengan tante saya yang baik hati, akhirnya memutuskan untuk naik taxi..
Saya menyetop sebuah taxi..
Setelah masuk dan menutup pintu, kata-kata pertama yang diucapkan sang Driver adalah "Selamat pagi Pak, mau kemana kita pak ?" Sejujurnya saya kurang suka dengan kata-kata supir, karena dari pandangan saya kata-kata "supir" seperti memberi kesan kurang sopan dan melecehkan.. gak tau kenapa, apa karena saya orang yang aneh, terlalu sensitif atau gimana.. jadi saya pakai kata-kata Driver di sini..
Sebelumya boleh saya sedikit jelaskan, sebelum dianggap orang yang aneh.. hehehe.. Saya adalah tipikal orang yang selalu ingin tahu dan senang ngobrol dengan siapa pun yang ditemui, baik di dalam taxi, lagi di atas ojek, di toilet, di warung, di tempat makan dan lain-lain. Tujuan saya bukan untuk mengajak orang-orang tersebut buat ikut MLM atau nawarin Unit link.. ;p tapi emang karena pengen tau bagaimana kehidupan orang-orang tersebut dan pelajaran apa yang bisa diambil dari cerita-cerita mereka.
Nah kali ini saya ngobrol dengan driver taxi ini, dari perangai dan facenya seperti pernah bertemu dan ngobrol dengan dia sebelumnya di taxi juga, tapi yang membuat saya ragu adalah taxi yang saya naikin beda merk dengan yang pernah saya naikin dulu. Namun setelah tanya-tanya ternyata bener dia lah orangnya yang dulu juga pernah bertemu dan bercerita ke mengenai perjalanan hidupnya. Dia sudah pindah dari "taxi burung biru" ke "taxi anak laki-laki" ini hehehe.. gak mau nyebut merk nanti takut dituntut. Dia bilang dia pindah karena disini dia mendapatkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan tempat dia bekerja sebelumnya, yang dia sebut tempat kerja orang kafir dan yahudi karena kepelitannya... hehehe..
Yang membuat saya selalu ingat akan perjalanan hidup sang driver taxi ini adalah dia dulu bekerja di suatu perusahaan yang cukup bonafid dengan tingkat jabatan sebagai seorang manajer. Berdasarkan yang saya tangkep dia adalah seorang yang jujur, pekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Hingga suatu ketika dia dijatuhkan dan difitnah oleh rekan kerjanya yang ternyata seseorang yang sering mengkorupsi uang perusahaan, pintar mencari muka, dan dipercaya juga mendalami ilmu hitam yang bisa membuat atasannya menjadi begitu menyukainya... nah lho... serem banget.. Dengan di keluarkannya dia dari tempat kerjanya dengan nama dan reputasi yang sudah buruk, membuatnta menjadi sulit untuk mencari pekerjaan di industri yang sejenis. Sehingga dia pun mencoba memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang driver taxi. Yang membuat saya menjadi lebih terkesan adalah beliau tidak pernah menyerah dan putus asa dalam hidupnya, walaupun pernah menikmati kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang sekarang, namun beliau menerimanya dengan sabar, selalu bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan Maha Adil dan selalu memberikan cobaan yang tidak melebihi kemampuannya. Sekarang beliau sedang berusaha untuk mencicil kendaraan taxi tersebut selama 5 tahun, yang kemudian bisa dia jual kembali untuk membuka suatu usaha.
Pelajaran yang bisa saya ambil disini adalah hidup seperti roda yang terus berputar.. hidup tidak akan pernah di atas selamanya, terkadang ada waktu kita jatuh dan berada di bawah.. pada saat di bawah itulah mungkin kita diuji apakah kita mampu untuk mengatasinya dan kembali berada di atas atau malah kita semakin terpuruk ke bawah karena hanya terus menyesali atas apa yang telah terjadi. Seorang Driver Taxi yang pernah merasakan hidup mewah kemudian terjatuh dan berusaha untuk bangkit kembali dapat menjadi contoh bagi kita semua, bahwasanya walaupun saat ini kita berada di bawah bukan berarti kita malah jadi terus menyesali dan terus berada di bawah, begitupun kala kita berada di atas, tidak selamanya kita akan terus berada di atas, kita harus dapat bangkit kembali dari keterpurukan kita, dengan terus berusaha dengan belajar dari seluruh pengalaman yang pernah kita alami sebelumnya
"Pak Driver Taxi, terima kasih atas pelajaran pagi ini yang begitu berharga untuk saya, saya mendoakan bapak, semoga bapak dapat mencapai tujuan yang ingin bapak capai, dengan selalu diberikan kesehatan dan kemudahan di setiap langkahnya... amin"
Dengan suara pengering rambut, suara TV dan suara gadis kecil yang teriak sambil nyanyi-nyanyi, akhirnya saya memutuskan untuk tidur lagi... lho.. gak deng, akhirnya bergegas masuk kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor.. Hari ini memang sangat malas untuk berangkat cepat-cepat, yang biasanya bisa menumpang dengan tante saya yang baik hati, akhirnya memutuskan untuk naik taxi..
Saya menyetop sebuah taxi..
Setelah masuk dan menutup pintu, kata-kata pertama yang diucapkan sang Driver adalah "Selamat pagi Pak, mau kemana kita pak ?" Sejujurnya saya kurang suka dengan kata-kata supir, karena dari pandangan saya kata-kata "supir" seperti memberi kesan kurang sopan dan melecehkan.. gak tau kenapa, apa karena saya orang yang aneh, terlalu sensitif atau gimana.. jadi saya pakai kata-kata Driver di sini..
Sebelumya boleh saya sedikit jelaskan, sebelum dianggap orang yang aneh.. hehehe.. Saya adalah tipikal orang yang selalu ingin tahu dan senang ngobrol dengan siapa pun yang ditemui, baik di dalam taxi, lagi di atas ojek, di toilet, di warung, di tempat makan dan lain-lain. Tujuan saya bukan untuk mengajak orang-orang tersebut buat ikut MLM atau nawarin Unit link.. ;p tapi emang karena pengen tau bagaimana kehidupan orang-orang tersebut dan pelajaran apa yang bisa diambil dari cerita-cerita mereka.
Nah kali ini saya ngobrol dengan driver taxi ini, dari perangai dan facenya seperti pernah bertemu dan ngobrol dengan dia sebelumnya di taxi juga, tapi yang membuat saya ragu adalah taxi yang saya naikin beda merk dengan yang pernah saya naikin dulu. Namun setelah tanya-tanya ternyata bener dia lah orangnya yang dulu juga pernah bertemu dan bercerita ke mengenai perjalanan hidupnya. Dia sudah pindah dari "taxi burung biru" ke "taxi anak laki-laki" ini hehehe.. gak mau nyebut merk nanti takut dituntut. Dia bilang dia pindah karena disini dia mendapatkan fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan tempat dia bekerja sebelumnya, yang dia sebut tempat kerja orang kafir dan yahudi karena kepelitannya... hehehe..
Yang membuat saya selalu ingat akan perjalanan hidup sang driver taxi ini adalah dia dulu bekerja di suatu perusahaan yang cukup bonafid dengan tingkat jabatan sebagai seorang manajer. Berdasarkan yang saya tangkep dia adalah seorang yang jujur, pekerja keras dan selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Hingga suatu ketika dia dijatuhkan dan difitnah oleh rekan kerjanya yang ternyata seseorang yang sering mengkorupsi uang perusahaan, pintar mencari muka, dan dipercaya juga mendalami ilmu hitam yang bisa membuat atasannya menjadi begitu menyukainya... nah lho... serem banget.. Dengan di keluarkannya dia dari tempat kerjanya dengan nama dan reputasi yang sudah buruk, membuatnta menjadi sulit untuk mencari pekerjaan di industri yang sejenis. Sehingga dia pun mencoba memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang driver taxi. Yang membuat saya menjadi lebih terkesan adalah beliau tidak pernah menyerah dan putus asa dalam hidupnya, walaupun pernah menikmati kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang sekarang, namun beliau menerimanya dengan sabar, selalu bersyukur, dan percaya bahwa Tuhan Maha Adil dan selalu memberikan cobaan yang tidak melebihi kemampuannya. Sekarang beliau sedang berusaha untuk mencicil kendaraan taxi tersebut selama 5 tahun, yang kemudian bisa dia jual kembali untuk membuka suatu usaha.
Pelajaran yang bisa saya ambil disini adalah hidup seperti roda yang terus berputar.. hidup tidak akan pernah di atas selamanya, terkadang ada waktu kita jatuh dan berada di bawah.. pada saat di bawah itulah mungkin kita diuji apakah kita mampu untuk mengatasinya dan kembali berada di atas atau malah kita semakin terpuruk ke bawah karena hanya terus menyesali atas apa yang telah terjadi. Seorang Driver Taxi yang pernah merasakan hidup mewah kemudian terjatuh dan berusaha untuk bangkit kembali dapat menjadi contoh bagi kita semua, bahwasanya walaupun saat ini kita berada di bawah bukan berarti kita malah jadi terus menyesali dan terus berada di bawah, begitupun kala kita berada di atas, tidak selamanya kita akan terus berada di atas, kita harus dapat bangkit kembali dari keterpurukan kita, dengan terus berusaha dengan belajar dari seluruh pengalaman yang pernah kita alami sebelumnya
"Pak Driver Taxi, terima kasih atas pelajaran pagi ini yang begitu berharga untuk saya, saya mendoakan bapak, semoga bapak dapat mencapai tujuan yang ingin bapak capai, dengan selalu diberikan kesehatan dan kemudahan di setiap langkahnya... amin"
No comments:
Post a Comment